Working Vista Pointer
Tampilkan postingan dengan label Acara - Events. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Acara - Events. Tampilkan semua postingan

Holding PTPN III Luncurkan Brand "WALINI"

BRAND BARU "WALINI"




PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), holding perusahaan perkebunan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, meluncurkan sejumlah produk yang akan dijual secara ritel dengan merek Walini. Produk-produk Walini diharapkan menyumbang pendapatan perseroan sebesar Rp 400 miliar.
"Brand Walini ini akan kami gunakan untuk seluruh produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh, dan kopi,"  kata Direktur Utama PTPN III Dolly P Pulungan di sela-sela peluncuran produk di Museum De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (26/1) malam.

Untuk tahap awal, produk yang ditawarkan oleh merek dagang Walini adalah gula, minyak goreng, teh dan kopi. Ke depan, perseroan akan menambah produk lain seperti cokelat.

Menurutnya, selama ini produk-produk PTPN holding menggunakan merek yang berbeda-beda dan distribusinya masih terbatas. "Sehingga dengan brand baru ini, merek Walini akan digunakan untuk komoditas yang akan masuk ke pasar ritel," katanya.

Walini disiapkan untuk merambah pasar dari kalangan menengah. Namun, perseroan tetap mempertahankan merek premium untuk komoditas kopi dan teh, yakni teh Kayu Aro dan kopi Rollaas. 

Dolly menambahkan pada 2019 ini sebanyak 400 ribu ton gula, kopi, teh dan minyak goreng diharapkan akan terjual dengan nilai penjualan Rp 400 miliar. Untuk mendukung pemasaran, perseroan akan bekerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara, antara lain Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Pelni dan PT Kimia Farma. 

Dolly optimistis keempat produk yang diluncurkan bisa diterima pasar, karena produk asli Indonesia dan dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. "Kalau HET gula Rp 12.500 per kg, maka gula Walini dijual di bawah harga itu. Ini gula sehat, dari tebu asli dan bukan rafinasi," katanya sambil menunjuk gula Walini.

Perusahaan holding perkebunan ini memiliki cakupan usaha berupa budi daya tanaman, produksi, perdagangan, pengembangan usaha bidang perkebunan, agrowisata, agrobisnis, agroindustri, dan usaha lainnya. Komoditas yang dikelola di atas lahan 1,18 juta hektare itu adalah kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi, kakao, tembakau, aneka kayuan, buah-buahan, dan aneka tanaman lainnya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H


         Sebaik-Baiknya Manusia Adalah Mereka Yang Berbesar Hati Memberikan Maaf Yang Tulus Kepada Sesamanya. Bersama Untaian Kata-Kata Yang Tidak Berarti Ini, Semoga Kita Mampu Saling Memaafkan. Baik Atas Segala Salah Kata Maupun Perbuatan Yang Pernah Dilakukan.

         Dalam Langkah Perjalanan Tak Selamanya Terasa Mulus, Ada Cela Masanya Kita Menyakiti Sesama. Ulurkan Tangan Dengan Ikhlas Memohon Maaf. Lapangkan Hati Untuk Memberikan Maaf. Selamat Merayakan Hari Kemenangan. Mulai Langkah Baru Dengan Jiwa Yang Baru Dan Hati Yang Bersih



Mari Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H dengan Penuh Kegembiraan & Kebahagiaan
Matahari Akan Terbit, Kami Segenap Karyawan QC mengucapakan Selamat Hari Kemenangan.
Kami Mengulurkan Tangan melalui Pesan Singkat Ini
Mohon Maaf Atas Kesalahan & Tingkah Laku bila Tidak Berkenan

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Penyegaran PTPN XI


Penyegaran PTPN XI 


 

(SURABAYA). Sebagai bentuk dari strategi, manajemen PT Perkebunan Nusantara XI melakukan review atas struktur organisasi yang telah ada. Hadirnya divisi Penelitian & Quality Control diharapkan menambah daya saing perusahaan perkebunan berbasis tebu ini. Penataan kembali struktur organisasi tersebut diikuti dengan staffing pejabat puncak dan dilakukan serah terima jabatan 
 pada hari Rabu (25/02) kemarin.

Dolly P. Pullungan Direktur Utama PTPN XI dalam sambutannya berharap pejabat puncak PTPN XI terus berupaya untuk meningkatkan kinerja sehingga tujuan perusahaan tercapai. Selain itu Pulungan berharap para pejabat puncak tersebut menjadi agent of change sekaligus sosok yang menjadi teladan bagi karyawannya.

Selain itu untuk menghadapi tantangan MEA, harga gula yang rendah serta prediksi produktivitas yang rendah, maka Direktur Utama PTPN XI ini mengajak untuk menggelorakan secara terus menerus semangat house keeping unit usaha sebagai produsen makanan, optimalisasi kapasitas dan menekan down time sebagai upaya mengembalikan kejayaan PTPN XI.


Hadir dalam acara tersebut jajaran Direksi, para pejabat puncak PTPN XI, dan para manajer unit usaha. 



Sumber ; ptpn-11.com

»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Seminar IKAGI 17 April 2014 di LPP Yogyakarta

Seminar IKAGI 17 April 2014
di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta


             Kondisi pergulaan nasional saat ini menghadapi  tantangan secara internal dan ancaman secara eksternal. Secara internal berupa harga pokok produksi yang belum kompetitif, belum optimalnya efisiensi pabrik dan industri gula masih bertumpu pada produk tunggal (gula) . Secara eksternal, intervensi harga oleh pemerintah, rembesan gula rafinasi,  produksi gula dunia jauh lebih besar dari konsumsi, kebijakan yang belum terintegrasi, distorsi dalam liberalisasi perdagangan gula dunia dan rencana pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Perjanjian masyarakat ekonomi Asean (MEA) 2015 mengharuskan adanya  penurunan tarif impor  terhadap 7 produk dan 5 jasa  termasuk gula sebagai produk berbasis agro secara bertahap mulai dari tahun 2015.

Kebijakan makro ekonomi pemerintah Indonesia yang tidak berpihak kepada konsep ekonomi kerakyatan berdampak pada menurunnya kelayakan ekonomi industri gula nasional.  Tranformasi secara mikro tidak akan terjadi tanpa adanya kebijakan makro ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Seminar ini bertujuan menghasilkan rencana aksi bagi industri gula nasional dan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menghasilkan kebijakan strategik dan operasional bagi pengembangan industri gula nasional. Juga rencana aksi berupa usulan transformasi kebijakan pemerintah terkait makro ekonomi yang memberdayakan stakeholders pergulaan yang lebih komprehensif, berdaya saing, berkelanjutan dan berkeadilan.

Rencana aksi harus menghasilkan kebijakan yang pro industri gula dengan :

1.    Kebijakan makro ekonomi harus berbasis ekonomi kerakyatan dengan mendorong fair trade bukan free trade yang sejalan dengan prinsip prinsip demokrasi ekonomi sesuai pasal 33 UUD 45 amandemen.

2.   Kebijakan fiscal dan moneter berupa pemberlakuan equal treatment bagi industri gula berbasis tebu atas impor raw sugar, investasi baru.

3.   PPn gula dapat digunakan oleh industri gula sebagai sumber pendanaan dengan bunga bersubsidi sehingga bisa berkompetisi secara fair dengan industri gula ASEAN.

4.   Kuota import raw sugar untuk industri rafinasi harus sesuai dengan kebutuhan gula industri makanan dan minuman. Mempertahankan gula sebagai produk perdagangan MEA yang masuk dalam sensitive list product.

5.     Penguatan kemitraan dengan petani tebu rakyat perlu memberdayakan petani tebu rakyat dan koperasi sebagai subjek kemitraan yang saling menguntungkan.

6. Pengembangan industri gula terintegrasi dengan mengadopsi konsep Industri berbasis Sucro-Energi, dan industri derivat (turunan) berbasis tebu untuk meningkatkan kelayakan bisnis industri gula, khususnya dari sisi penurunan harga pokok produksi gula agar lebih mampu bersaing dengan gula impor.


Sumber : RUMUSAN SEMINAR IKAGI dengan tema “Penguatan Posisi Bisnis dan Kemitraan Pabrik Gula Menuju Industri Berbasis Tebu dalam Menghadapi AFTA 2015″, di LPP Yogyakarta, 17 APRIL 2014

http://sugar.lpp.ac.id/seminar-ikagi-17-april-2014-di-lpp-yogyakarta/
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Success Story "Tebangan MBS PG Pradjekan"


RAKOR MANAJER PTPN XI (PERSERO) - SUCCESS STORY: TEBANGAN MBS PABRIK GULA PRADJEKAN 2013





Di balik fenomena anomali iklim dan berbagai dinamika yang dirasakan insan pabrik gula dalam mensukseskan musim giling tahun 2013, ada beberapa kisah sukses yang layak ditularkan sebagai inspirasi meraih kesuksesan tahun 2014. Diantaranya keberhasilan Pabrik Gula Pradjekan, salah satu unit usaha pabrik gula PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero), dalam mempertahankan mutu tebangan Manis, Bersih, dan Segar atau yang dikenal sebagai Mutu MBS. Disebut sebagai Manis, karena kesesuaian dengan tingkat kemasakan tebu, Bersih berarti bersih dari daduk-sogolan dan pucukan, serta Segar adalah pendeknya jarak antara waktu tebu ditebang hingga digiling di pabrik gula. 


Oleh karena itu dalam Work Shop yang menjadi salah satu rangkaian acara Rapat Koordinasi Manajer PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) yang digelar di Malang, Pabrik Gula Pradjekan didaulat mempresentasikan key success-nya dihadapan seluruh peserta, Rabu (23/1) kemarin. 


Agus Zain Arifin, Manajer Tanaman PG Pradjekan dan per Januari di mutasi ke PG Semboro, menegaskan dalam presentasinya bahwa faktor yang mendukung keberhasilan mutu tebangan MBS adalah komitmen seluruh jajaran pabrik gula untuk mensuskeskan giling, disamping effort jajaran tanaman itu sendiri. Komitmen seluruh bagian adalah kunci utama dari kesuksesan menjaga mutu MBS dari awal hingga akhir giling, terang Agus. 


Pasalnya, dari alur penerimaan tebu akan melewati semua bagian mulai dari selektor hingga gilingan. Apabila mutu tebu yang datang secara visual tidak memenuhi unsur MBS, maka akan ditolak petugas di selektor, dan apabila setelah tebu diangkat crane di gilingan terlihat tidak memenuhi unsur MBS oleh petugas didukung mandor gilingan di meja tebu maka tebu akan diturunkan kembali ke dalam truk dan ditolak masuk PG. “ Secara visual tidak layak MBS maka selektor akan menolak truk tersebut. Jika baru ketahuan ketika diangkat crane, maka akan diturunkan kembali ke truk dan disuruh kembali. Apabila baru ketahuan di meja tebu maka dilakukan rafraksi . oleh karena itu tebu yang masuk PG Pradjekan dikenal di kalangan sopir truk sebagai tebu Luna Maya, yakni Manis, bersih dan Segar, jelasnya lebih lanjut.


Sementara itu di bagian tanaman sudah melakukan sosialisasi mulai awal tentang mutu tebangan MBS serta adanya rafraksi. Sosialisasi kepada internal petugas dan petani serta tidak hanya dilakukan formal di forum FTK PG saja melainkan bisa di rumah petani, kantor desa atau ditempat lainnya, terangnya. Agus menekankan bahwa hubungan personal dan kedekatan secara emosional menjadi ujung tombak komunikasi dengan petani binaan.


Selain itu, pengawasan di kebun amat menentukan keberhasilan tebangan TMA mutu MBS.Klentek itu harus dilakukan, demikian juga dengan sogolan dan pucukan harus dibersihkan, bisa juga dibuat bibit. Itu membutuhkan pengawasan yang tegas “, tutur Agus. 


Selain itu transparansi serta meningkatkan kepercayaan petani, program ARI dijalankan dengan konsisten. “ Sebagai wujud transparansi dan meningkatkan Keyakinan dan kesadaran Pemilik Tebu, adanya ARI bisa membedakan secara signifikan tebu-tebu yang kualitasnya berbeda. Dengan demikian petani merasakan keadilan dan nyaman karena hasilnya sesuai dengan tebu yang masuk , pungkasnya lebih lanjut. 


Dampak dari tebangan yang berkualitas Manis Besih dan Segar adalah menjaga potensi rendemen tebu sehingga produknya berkualitas dan berpengaruh positif terhadap kinerja pabrik. 


Hadir dalam Rapat Koordinasi jajaran Direksi PTPN XI (persero) Andi Punoko (Direktur Utama), Budi Hidayat (Direktur Keuangan), Burhan Chotib (Direktur Produksi), Ery Iswadi (Direktur Perencanaan dan Pengembangan) dan Titis Adji Wisanggeni (Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum) serta seluruh pejabat setingkat manajer di lingkungan PTPN XI (Persero). Rapat Koordinasi PTPN XI (Persero) ini digelar mulai hari Selasa hingga Kamis (21-23/1). Diharapkan Rapat Koordinasi tersebut mampu menelurkan strategi perusahaan yang berkesinambungan dalam rangka mewujudkan perusahaan yang tangguh, tumbuh, dan terkemuka.


Sumber : www.ptpn-11.com 28/01/2014 berita

»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Evaluasi & Selamatan Akhir Giling 2013


EVALUASI DAN 
SELAMATAN AKHIR GILING 2013


==== GILING 2013 ====

Petik Tebu Manten = 21 Mei 2013
Selamatan Giling = 22 Mei 2013
Awal Giling = 06 Juni 2013

=====================

= EVALUASI AKHIR GILING 2013 =
Tgl : s/d 21 Nopember 2013
Total Hari Giling --> 169 hari
Ton Tebu Digiling = 436.375,7 kui
Luas Areal = 7.021,5 Ha
Ton/Ha = 62.1
Transfer ke PG Sesaudara = 2.263,8 Ton

Rendemen TS = 7.82
Rendemen TR= 7.34
R Rata2 = 7.39

Akhir Giling Tanggal 22 Nopember 2013 Pukul 05.30 WIB ( Masuk periode 21 Nopember 2013) 







SENAM BERSAMA 
GOYANG CESAR ALA PG PRADJEKAN


»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Festival Muharram 1435 Hijriah Kab. Bondowoso

FESTIVAL MUHARRAM 1435 HIJRIAH



Pukul bedug oleh Bupati Bondowoso menjadi tanda resmi dibukanya Festival Muharram 1435 Hijriah. Selain itu, gunting pita oleh Ibu Bupati menjadi pembukaan stand pameran yang diisi oleh wirausahawan, seniman dan berbagai pernak-pernik di Bondowoso. Pameran dilaksanakan sejak tanggal 04 – 16 November 2013.

Kemeriahan acara menyambut tahun baru Islam dan ungkapan rasa syukur atas seluruh prestasi Kabupaten Bondowoso ini diawali dengan doa yang dibawakan oleh salah satu tokoh NU Bondowoso. Seluruh lapisan masyarakat yang memadati digelarnya pembukaan acara Festival Muharram sejenak penuh khidmat mengamini doa.

Usai itu, Sekdakab, Hidayat, selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemkab Bondowoso dalam rangka menyambut tahun baru Islam. Secara detail, Sekda menjelaskan adanya berbagai event digelar untuk menyambut sekaligus menyemarakkan dan memeriahkan Festival Muharram.

Setelah itu, acara diawali dengan penampilan 200 pelajar dalam tari molong kopi, lantunan shalawat yang dibawakan oleh ratusan orang dari beberapa kelompok hadra se-Bondowoso dan diakhiri oleh tarian ojung oleh ratusan siswa sekolah dasar se-Bondowoso.

Sementara, Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni menjelaskan, bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dimana bulan ini adalah bulan yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Untuk itu, menurutnya, mari mendekatkan diri kepada Allah S.W.T dan tentunya instrospeksi terhadap apa yang telah dikerjakan.

Festival Muharram, dikatakannya, sekaligus menjadi ajang untuk memperlihatkan seluruh potensi dan prestasi Kabupaten Bondowoso, dan mengkontestasikan berbagai khazanah budaya.

Salah satu sisi, digelarnya festival ini, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. “Terbukti dari tahun ke tahun sejak dilaksanakannya Festival Muharram, tercatat jumlah transaksi yang semakin besar dari tahun ke tahun, dan pelaku ekonomi sekitar sangat merasakan dampak positif,” katanya.

Disampaikannya, menyambut tahun baru Islam, Bupati menekankan agar terus menggali potensi dan meraih prestasi untuk Bondowoso tercinta. Karena menurutnya, siapa yang unggul dialah yang eksis. Dan kedepan hubungan yang dibentuk bukanlah hubungan dinasti dan kekerabatan. “Hanya untuk yang berprestasilah mereka yang bisa unggul dan eksis,” tukasnya.(humas dan pde)  

www.Bondowosokab.go.id




»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Jingle Pro AKSI PTPN XI

JINGLE PRO AKSI PTPN XI
Intro …….

Tanah yang subur …..
Tinggi menjulang oh …..
Indahnya

Hijau daunmu …..
ruas batangmu …..
Sejuta harapan

Terima kasih diberi waktu bersamamu
Sepenuh hati bekerja keras
Sukses ProAKSI



3T industri berbasis tebu
Tangguh Tumbuh Terkemuka
Kawan semua PTPN Sebelas
Insan pekerja keras

Reff:   What am I going to do?
Com’on get up ..… Get up do it
What am I going to do?
Com’on get up ..… Get up do it
           
ProAKSI ……. Nilai saat ini
Produkstivitas ……. Harus meningkat
Nuju A-manah ……. Tuk ber-Kualitas
Simpatik kita …….
Wujud Inovatif

Repeat * Reff.



Keterangan:
Nada lagu SULE.SUSIS OVJ


Yel Yel dan lagu Pro Aksi PTPN XI Oleh PG Pradjekan Team


 
Mohon Maaf Kualitas video hasil upload youtube masih kurang baik (under consruction)
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Shalawat Nariyah dan Mars PTPN Setiap Pagi

SHALAWAT NARIYAH, DOA BERSAMA, DAN MARS PTPN 11 SETIAP PAGI UNTUK MEMACU SEMANGADDDD... KITA DALAM AKTIFITAS KERJA DEMI MENDAPAT HASIL YANG BAIK DAN BAROKAH







PTPN XI --> BANGKIT ...
PG PRADJEKAN --> JAYA ...
TANAMAN --> YES ...
 
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Pagelaran Wayang Semalam Suntuk

Pagelaran Wayang Semalam Suntuk

















































Lakon "WAHYU JATI RAHAYU" akan dimainkan oleh dalang Ki Andik Ferry Wibisono Kabupaten Jember. Ini performance art telah lebih dari lima abad usia. PagelaranWayang Kulit biasanya menyajikan kisah Ramayana dan Mahabharata, kinerja semalam melayani ruang yang tepat untuk menghabiskan malam, berefleksi dan memahami filosofi hidup Jawa.
 
Wayang adalah kata Jawa untuk teater (secara harfiah "bayangan"). Ketika istilah ini digunakan untuk merujuk kepada jenis teater boneka, terkadang boneka itu sendiri disebut sebagai wayang. Pertunjukan teater wayang yang diiringi gamelan di Jawa, dan dengan "wayang gender" di Bali.
 
UNESCO ditentukannya Wayang Kulit, boneka wayang dan yang paling dikenal dari wayang Indonesia sebagai Masterpiece Warisan Lisan dan Takbenda Manusia pada tanggal 7 November 2003. Sebagai balasan atas pengakuan, UNESCO dibutuhkan Indonesia untuk melestarikan warisan mereka.

Wayang kulit, wayang bayangan umum di Jawa dan Bali di Indonesia, adalah tanpa keraguan yang paling dikenal dalam wayang Indonesia. Kulit berarti kulit, dan mengacu pada konstruksi kulit dari boneka yang dipahat dengan hati-hati dengan peralatan yang sangat baik dan didukung dengan hati-hati berbentuk tanduk kerbau menangani dan batang kendali.
 
Wayang kulit (wayang kulit / wayang kulit) menunjukkan dilakukan oleh dalang (dalang) yang juga pendongeng yang mungkin dianggap sebagai penghibur terbaik di dunia. Semua malam, ia memainkan semua karakter dari wayang kulit membentuk karakter manusia yang terbuat dari kulit kerbau dihiasi dengan motif sebagai produk ukiran kulit. Ia harus mengubah karakter suara, berganti intonasi, menghasilkan humor dan bahkan menyanyi. Untuk membuat suasana hidup, pendongeng dibantu oleh musisi yang memainkan gamelan - instrumen musik tradisional Jawa - dan penyanyi wanita disebut sinden yang menyanyikan lagu-lagu Jawa.
 
Ada keluarga karakter dalam pewayangan Jawa disebut Punakawan, mereka kadang-kadang disebut sebagai "punakawan" karena mereka biasanya berhubungan dengan pahlawan cerita, dan memberikan selingan humor dan filosofis. Semar adalah ayah dari Gareng (anak tertua), Petruk, dan Bagong (anak bungsu). Karakter ini tidak berasal dari epos Hindu, tetapi ditambahkan kemudian, kemungkinan untuk memperkenalkan aspek mistik Islam ke Hindu-Jawa cerita. Mereka memberikan sesuatu yang mirip dengan kabaret politik, berurusan dengan urusan gosip dan kontemporer.
 
Tokoh wayang itu sendiri bervariasi dari tempat ke tempat. Di Jawa Tengah Kota Surakarta (Solo) dan Kota Yogyakarta yang paling terkenal dan paling sering ditiru gaya wayang. Gaya Daerah wayang kulit juga dapat ditemukan di Jawa Barat, Banyumas, Cirebon, Semarang, dan Jawa Timur. Bali menghasilkan angka lebih kompak dan naturalistik, dan Lombok memiliki angka yang mewakili orang-orang nyata. Seringkali modern objek dunia sebagai sepeda, mobil, pesawat terbang dan kapal akan ditambahkan untuk efek komik, tetapi untuk sebagian besar desain wayang tradisional telah berubah sedikit dalam 300 tahun terakhir.
Jumlah karakter dalam sejumlah pertunjukan wayang kulit dalam ratusan. Boneka yang tidak dimainkan terjebak dalam batang pisang yang diletakkan dekat dengan pendongeng. Sementara yang dimainkan, orang-orangan akan tampak sebagai bayangan dari pandangan belakang layar putih di depan pendongeng. Bayangan itu diciptakan oleh cahaya dari lampu minyak ditempatkan di bagian belakang atas dari pendongeng yang dipotong oleh boneka yang dimainkan di layar.
 
Setiap pertunjukan wayang menyajikan cerita yang berbeda atau tindakan. Variasi tindakan dibagi menjadi empat kategori yaitu lakon pakem, lakon carangan, lakon gubahan, dan lakon Karangan. Lakon pakem adalah kisah standar yang seluruhnya berasal dari literatur wayang kulit lakon carangan sementara hanya cerita utama yang juga mengacu pada literatur wayang kulit. Lakon gubahan tidak asal dari cerita-cerita wayang kulit tetapi menggunakan tempat sesuai dengan literatur wayang kulit; lakon Karangan sepenuhnya cerita gratis.
 
Secara historis, kinerja terdiri dari bayangan pada layar katun dan sebuah lampu minyak. Hari ini, sumber cahaya yang digunakan dalam pertunjukan wayang di Jawa yang paling sering lampu halogen listrik. Beberapa bentuk modern seperti wayang Wayang Sandosa dibuat di Akademi Seni di Surakarta (STSI) telah mempekerjakan lampu sorot, lampu warna-warni dan inovasi lainnya.
 
Para pekerjaan tangan yang terlibat dalam membuat figur wayang kulit yang cocok untuk pertunjukan memakan waktu beberapa minggu, dengan seniman yang bekerja bersama dalam kelompok. Mereka mulai dari model master (biasanya di atas kertas) yang ditelusuri ke kulit (kulit atau perkamen), memberikan angka dengan garis besar dan dengan indikasi setiap lubang yang perlu dipotong (seperti untuk mulut atau mata). Angka-angka tersebut kemudian dihaluskan, biasanya dengan botol kaca, dan prima. Struktur diperiksa dan akhirnya rincian yang bekerja melalui. Sebuah smoothing lebih lanjut berikut sebelum lukisan individu, yang dilakukan oleh belum pengrajin lain. Akhirnya, bagian bergerak (lengan atas, lengan bawah dengan tangan dan tongkat terkait untuk manipulasi) dipasang pada tubuh, yang memiliki staf pusat dengan yang diadakan. Kru A membuat hingga sepuluh angka pada satu waktu, biasanya menyelesaikan jumlah itu selama seminggu.
 
Lukisan wayang lebih murah ditangani expediently dengan teknik semprot, dengan menggunakan template, dan dengan orang yang berbeda menangani setiap warna. Wayang lebih murah, sering dijual kepada anak-anak selama kegiatan berlangsung, kadang-kadang dilakukan pada karton bukan kulit.
 
Cerita-cerita dalam wayang kulit berasal dari beberapa buku lama seperti Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Sekarang, ada beberapa buku yang berisi lakon gubahan dan Karangan yang telah ratusan tahun untuk disukai oleh masyarakat seperti Abimanyu Kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Di antara buku-buku lama, Purwakanda buku yang paling sering digunakan oleh dalang-dalang dari Kraton Yogyakarta.
 
Pertunjukan wayang kulit dimulai ketika dalang mengeluarkan boneka dalam bentuk sebuah gunung yang disebut gunungan. Sebuah pertunjukan wayang kulit sepanjang malam di gaya Yogyakarta dibagi dalam 3 adegan dengan 7 jejeran dan 7 atau tindakan tindakan perang. Adegan pertama, disebut pathet lasem, memiliki 3 jejeran dan 2 tindakan perang disertai dengan pathet lasem Jawa komposisi musik. Pathet Sanga sebagai Adegan kedua memiliki 2 jejeran dan 2 tindakan perang, sementara Pathet Manyura sebagai Adegan kedua memiliki 2 jejeran dan 3 tindakan perang. Salah satu adegan yang paling banyak penonton menunggu adalah gara-gara yang menyajikan humor khas Jawa.
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Jalan Santai PG Pradjekan 2012

FUNWALK (JALAN SANTAI) PG PRADJEKAN 2012


»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Realisasi Penghijauan Bukit Morina (Sukseskan OBIT)

Gerakan penanaman pohon 1 miliar merupakan salah satu upaya menumbuhkan budaya menanam di masyarakat. Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2011 ini bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor, konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbon untuk mencegah dampak perubahan iklim, serta mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak pohon yang ditanam, maka masyarakat akan semakin terlindung dan sejahtera. Mottonya: “ banyak pohon banyak rejeki “.

Realisasi : Kegiatan menanaman pohon di bukit morina telah terselenggara dengan hasil yang baik yaitu pada tanggal 8 Desember 2011 dan 10 Desember 2011.


 Dokumentasi :
1.     Penanaman Pohon 8 Desember 2011


2.      Penanaman Pohon 10 Desember 2011

 

Berita Terkait Lainnya (Klik Link) : Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon (Situs Resmi Bondowoso)

»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..