Working Vista Pointer
Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips & Trik. Tampilkan semua postingan

Portal CC, Solusi Kepuasan Pelayanan

PORTAL CONTACT CENTER,
SOLUSI KEPUASAn PELAYANAN




Sejak tahun 2015, PT Perkebunan Nusantara(PTPN XI) telah membentuk divisi baru yaitu Quality Control (QC) untuk menggenjot kualitas produksi gula, terutama menghadapi masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Divisi baru ini diharapkan menjadi pengawas kualitas baik mulai bahan baku hingga kualitas produksi gula.
Selain menggenjot kualitas produsi gula, secara bisnis kepuasan pelayanan terhadap Pengguna (Petani Tebu dan Karyawan) juga menjadi faktor penentu dalam memperbaiki produktivitas yang secara tidak langsungdapat mempercepat swasembada gula nasional.

Salah satu inovasi layanan yang dapat dinilai efektif dalam meningkatkan kinerja dan terus dikembangkan adalah Contact Center. Contact Center merupakan media awal dalam berkomunikasi dan mengakomodasi kebutuhan Pengguna (dalam hal ini Petani dan Karyawan).

Hal lainnya, Contact Center berperan penting sebagai salah satu media dalam mempertahankan, meningkatkan hubungan, dan menunjukkan kepedulian perusahaan. Contact center berfungsi sebagai sarana komunikasi antara pengguna dengan perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaiknya. Industri gula yang mampu memenangkan hati Petani dan memberi pelayanan terbaikakan tetap bertahan dalam kondisi apapun.

Contact Center dapat diaplikasikan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini untuk membantu melaksanakan pelayanan. Salah satunya adalah dengan menerapkan mekanisme penanganan konsultasi, pengaduan, dan sarana pemberi informasi yang diwujudkan dalam PORTAL CONTACT CENTER PTPN XI.

Dalam Portal Contact Center tersebut dapat diaplikasikan :
-   Trouble Ticket Pengaduan online untuk mencatat, menyalurkan, dan memberi solusi permasalahan user
-    Aplikasi interaktif web chat
-  Pengaduan melalui fax / sms gateway yang dikonversi ke bentuk email untuk kemudian dapat diteruskan ke masing-masing email PIC/Unit terkait. Selain untuk pengaduan, SMS gateway juga dapat digunakan untuk memberi informasi secara broadcast kepada semua unit/bagian.
- Media Sosial Gateway dengan fasilitas komentar, saran, maupun kritik yang disampaikan melalui media social (facebook, twitter, dll), akan dicapture oleh contact center untuk kemudian dapat ditanggapai ataupun dievaluasi untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
-   Solusi Knowledge Managementyang memberikan kemudahan terhadap user dalam mencari informasi mengenai pergulaan dan pertebuan. Dengan Informasi/ilmu yang benar dapat mengembangkan potensi daya pikir dan daya kerja Petani sehingga budidaya tebu tepat dan terarah.
-  Aplikasi kecerdasan buatan (sistem penunjang keputusan). Misalnya: Aplikasi Deteksi Varietas Tebu, Aplikasi Deteksi Kecocokan Varietas berdasarkan Tipologi / Wilayah Setempat, Aplikasi Deteksi Dosis Pupuk berdasarkan Analisa Tanah / Wilayah setempat,  dll., yang memberikan solusi kepada Petani Tebu maupun Calon Petani Tebu sehingga termotivasi sertatertarik menanam tebu dengan lebih mudah menerapkan hasil/solusi tersebut terhadap lahannya untuk mendapatkan hasil produksi/pendapatanyang lebih baik.

- Aplikasi Survey kepuasan, survey informasi, polling, jajak pendapat, dan sebagainya.

Portal contact center memanfaatkan teknologi yang bisa diakses secara online melalui PC dan seluler/gadged. Hal ini membuat Pengguna lebih mudah mengakses dimanapun berada.

Pemanfaantan teknologi TIK melalui Portal Contact Center dapat membangun budaya positif ysng mengedepankan kebutuhan akan pengelolaan informasi dan penyelesaian permasalahan yang terstruktur, sistematis dan professional.

Selain itu, dengan adanya Portal Contact center ini diharapkan dapat memberikan PELAYANAN PRIMA dengan menampung kritik, saran, ide, informasi terbaru, pemikiran pengguna dan mendengarkan maupun memberi solusi bagi masalah pengguna, dapat memberikan pelayanan terbaik dan konsisten dalam setiap interaksi, permasalahan dapat terselesaikan dalam waktu yang lebih cepat dan tepat sasaran, akan memberikan nilai lebih serta meningkatkan kepuasan user yang pada akhirnya menciptakan loyalitas. User yang loyal akan meningkatkan SINERGI dan KEPEDULIAN terhadap perusahaan sehingga dengan sendirinya produktifitas, profit, dan revenue akan meningkat 
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

TRIPLE R (Reformasi, Restrukturisasi, Revitalisasi)


TRIPLE R (REFORMASI, RESTRUKTURISASI, REVITALISASI)

Dalam era persaingan yang semakin ketat, setiap kali sebuah perusahaan harus mengevaluasi kinerjanya, serta melakukan serangkaian perbaikan, agar tetap tumbuh dan dapat bersaing. Perbaikan ini akan dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan, sehingga kinerja perusahaan makin baik dan dapat terus unggul dalam persaingan, atau minimal tetap dapat bertahan.
Salah satu strategi untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan adalah dengan cara Triple R / 3R ( Reformasi, Restrukturisasi, dan Revitalisasi).
REFORMASI
Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu sistem yang telah ada pada suatu masa (Wikipedia). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang membuat pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan lebih mudah, Perusahaan/Industri Gula dapat merubah sistem yang telah ada yang berbasis manual menjadi berbasis teknologi informasi (terkomputerisasi).

Bisa kita lihat saat ini PTPN XI telah menginjak Reformasi ini, misalnya dengan telah adanya pengembangan Aplikasi-Aplikasi online yaitu SIMPRO (Sistem Informasi Produksi), SIMPG, Kasbon Online, Email Perusahaan, ERP (Enterprise Resource Planning), dll. yang tentunya tidak akan berhenti pada garis ini dan akan melakukan perkembangan dan perbaikan.




Reformasi lain yang bisa dilakukan dari sistem manual menjadi terkomputerisasi yaitu dengan membantu para juru tulis ataupun sekteraris untuk menata arsip dengan baik. Misalnya dengan mengembangkan “Sistem Informasi Dokumen Online” sehingga dokumen yang ada bisa tertata dengan baik dan mempermudah pencarian dokumen tersebut apabila diperlukan. Terutama saat ini PTPN XI telah melakukan standarisasi internasional maupun nasional dengan telah adanya ISO 9001:2008 dan SNI yang tentunya mewajibkan perusahaan untuk menata dan merapikan dokumen yang ada sehingga aplikasi ini sangat diperlukan.
Reformasi dapat juga dilakukan saat melakukan rapat/pertemuan, dengan memanfaatkan teleconference atau video conference sehingga beberapa pihak dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan di lokasi yang berbeda. Hal ini dapat memberi efisiensi terhadap biaya akomodasi, konsumsi, BBM, dan tentunya hemat waktu untuk memberikan hasil/keputusan yang lebih cepat.


RESTRUKTURISASI
Jika kita mendengar istilah atau kata Restrukturisasi, yang ada dipikiran kita, seolah-olah membicarakan perusahaan yang sedang menurun. Hal ini disebabkan oleh definisi restrukturisasi itu sendiri yang sering disebut sebagai downsizing atau delayering, sehingga jika kita mendengarhal tersebut, yang ada dipikiran kita, seolah-olah membicarakan perusahaan yang sedang menurun,dengan melibatkan pengurangan perusahaan di bidang tenaga kerja, unit kerja atau divisi, ataupun pengurangan tingkat jabatan dalam struktur organisasi perusahaan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas.
Strategi restrukturisasi digunakan sebagai salah satu solusi bagi perusahaan yang tidak berkembang, sakit atau adanya ancaman bagi organisasi, atau industri diambang pintu perubahan yang signifikan, perubahan strategi, atau masuknya teknologi baru dalam perusahaan. Selanjutnya sering diikuti oleh akuisisi untuk membangun bagian yang kritis, menjual bagian yang tidak perlu, guna mengurangi biaya akuisisi secara efektif. Hasilnya adalah perusahaan yang kuat, atau merupakan transformasi industri.
Restrukturisasi perusahaan bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan. Tentu saja perusahaan tak perlu menunggu terjadi penurunan baru dilakukan perbaikan, karena bisa terlambat, sehingga perbaikan perlu dilakukan secara terus menerus.
Restrukturisasi ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan Sumber Daya yang telah ada, baik Sumber Daya Manusia, maupun Sumber Daya Pabrik. Penataan di bidang SDM dengan cara menempatkan karyawan pada bagian sesuai keahliannya sehingga hasil kerja yang didapatkan maksimal. Tentunya dengan pula didukung oleh pelatihan berkala dan pengawasan yang dapat mengasah pengetahuan karyawan. Hal ini juga dapat didukung dengan pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Karyawan yang dapat membantu divisi Personalia.

REVITALISASI
Revitalisasi bisa berarti proses, cara dan atau perbuatan untuk menghidupkan atau menggiatkan kembali berbagai program kegiatan apapun sehingga usaha-usaha tersebut untuk menjadikan sesuatu itu menjadi penting.
PT Perkebunan Nusantara XI mulai tahun 2015 kemarin, telah melakukan revitalisasi terhadap beberapa Pabrik Gula, terutama di PG DJatiroto dan PG Assembagoes yakni menambah kapasitas pabrik dan modernisasi mesin produksi sehingga diharapkan Rendemen dan produktifitas meningkat. Hal ini dilakukan untuk mendukung Swasembada Gula Nasional,
Revitalisasi jangan hanya dikerangkai sebagai belanja alat baru atau penggantian peralatan yang ada, namun revitalisasi perlu dimaknai sebagai paradigma baru dalam memandang masa depan industri. Model revitalisasi industri gula ke depan tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas gula saja, tetapi harus bersandar pada konsep berkelanjutan. Sehingga DIVERSIVIKASI non-gula dapat menjadi solusi dan penopang dalam upaya mengoptimalkan semua potensi industri tebu yang berdaya saing dan mampu bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, bahkan menjadi penggerak utama industri tebu. Dalam pelaksanaannya bisa dilakukan kerjasama antara BUMN dan Swasta.
Diversivikasi dari industri tebu ini dapat menghasilkan bermacam-macam produk, misalnya :Penghasil energi listrik yang dapat digunakan untuk operasional pabrik, bahkan bisa dikembangkan untuk menjual listrik kepada masyarakat / PLN, Tetes (molasses), yang dikembangkan untuk membuat etanol, asam asetat, MSG, Asam asetat, asam laktat, Biokompos sebagai pupuk, pucuk tebu dapat dijadikan pakan ternak, Bioetanol, alkohol, particle board, anzim amylase, pariwisata agro bersejarah, dll
Selain peningkatan kapasitas dan Diversifikasi, Revitalisasi di bagian Off Farm yaitu dengan melakukan efisiensi (bahan bakar, sumber daya), menanamkan budaya kerja karyawan lingkungan bersih dan profesional, peminimalan resiko limbah industri, otomatisasi peralatan pabrik.
Sedangkan di bidang On Farm, revitalisasi dapat dilakukan dengan memperbaiki varietas dan protas dengan melakukan Bongkar Ratoon (beberapa tanaman petani sudah tidak produktif dan telah dikepras lebih dari 3 turunan), Melakukan pembinaan dan membuat portal informasi budidaya tebu agar Petani dapat melakukan perlakuan yang baik terhadap tanaman tebu, meningkatkan bahan baku tebu dari Petani, menyempurnakan ketepatan peraturan/kebijakan, waktu, dan jumlah penyaluran kredit/benih/pupuk, meningkatkan penerapan budaya mekanisasi, melakukan penyempurnaan instrumen kelembagaan dan mekanisme pembinaan terhadap Petani secara berkala, membuat kebun percobaan dan percontohan agar petani menjadi lebih tertarik dan termotivasi untuk berbudidaya tebu dengan lebih baik .
Menambah areal tebu dengan bekerjasama dengan PTPN lain ataupun Dinas Kehutanan untuk membuka lahan tanaman ataupun hutan yang tidak produktif sehingga dapat menjadi areal baru perkebunan tebu, tentunya dengan survei kelayakan lahan dan agroklimatologinya sesuai untuk komoditas tebu. Jika perluasan areal sudah tidak dimungkinkan di Jawa, maka dapat direalisasikan di luar Jawa dengan tetap menggunakan pola Agroforestry (berselang seling antara hutan dan kebun tebu) sehingga fungsi utama hutan tidak hilang. Dan hal ini tentunya tak lepas dari peran Pemerintah untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

Dari 3R (Reformasi, Restrukturisasi, Revitalisasi) diatas diharapkan dapat memacu swasembada gula nasional seperti yang pernah dicapai oleh Indonesia saat jaman Belanda sebagai eksportir gula untuk menjadikan Industri Gula seMANIS namanya. 
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Program Tingkatkan Rendemen On Farm

PROGRAM PENINGKATAN RENDEMEN
BAGIAN ON FARM


»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Tebang "MBS" PG Pradjekan 2014

TEBANG MBS PG PRADJEKAN 2014

Istilah MBS (Manis, Bersih dan Segar) seperti momok dalam musim giling tebu, berikutnya  memunculkan istilah ditolak, dibersihkan, diperingatkan, dipinalti dan yang terbaru di Rafaksi Bobot!.

Pengertian MBS dalam implementasinya  sulit untuk dievaluasi karena datanya sering tidak dicatat secara akurat, sehingga memunculkan seolah-olah sekedar “jargon”,  retorika semata bahkan ekstrimnya “jarkoni – iso ujar ra iso nglakoni” !

VIDEO Tebang MBS PG Pradjekan Musim Giling 2014


Sumber : Dokumentasi Tanaman-Litbang PG Pradjekan, sugar.lpp.ac.id

»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Persiapan Giling 2014 Pasca Anomali Iklim


PERSIAPAN GILING 2014
PASCA ANOMALI IKLIM


PERUBAHAN IKLIM
       Iklim semakin sulit diprediksi – metoda  analogi
       Kondisi iklim 2013 mirip 2010 dan 1998 –  ENSO
       Awal kemarau 2014 cenderung normal
       Kemungkinan produksi gula 2014 > 2013

AREA TEBU PTPN XI
       Sekitar 65% dari 80.000 ribu ha :  lahan kering/tegalan
       Sangat tergantung kepada curah hujan
       Sawah – berpengairan non teknis (tadah hujan)  sehingga juga tergantung kepada curah  hujan
||
V
RENTAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM





 






DAMPAK ANOMALI 2013
  • Produktivitas tebu rendah – stagnasi pertumbuhan (drainase buruk, evapotranspirasi tinggi, flowering)
  • Rendemen tinggi (fotosintesa baik, evapotranspirasi tinggi, ΔT lebar – mirip 1999)





STRATEGI
      Kurangi penurunan protas tebu
      Tekan peluang flowering
      Tingkatkan laju fotosintase dan  evapotranspirasi
      TMA - MBS

LANGKAH ANTISIPASI
Ø  Perbaiki saluran drainase (muka air tanah   > 60 cm)
Ø  Tambah dosis NP : 1,2 x normal
Ø   Klentek dan bersihkan gulma
Ø  Analisis pendahuluan
Ø  Suplesi air siraman pada tanaman XII A/B    dan IA/B pada Juni-Agustus  (bila memungkinkan)
Ø  Formula baku  Yield = G x E x M










Sumber :  Presentasi  Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Malang 22 Januari 2014



»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..