Working Vista Pointer

Aplikasi Mova HC, penghambat Inversi Sukrosa

APLIKASI MOVA HC 
SEBAGAI PENGHAMBAT REAKSI INVERSI SUKROSA PADA TEBU


Mova HC adalah buffer suchrosa yang berfungsi untuk menghambat reaksi inversi pada batang tebu yang telah dipanen

MENGAPA TERJADI REAKSI INVERSI ………??!
 
Karena di alam terdapat mikroba liar yang hidupnya tergantung dari sukrosa yang merupakan sumber karbon ( C ) dan selanjutnya mikroba tersebut menghasilkan enzim invertase yang menginversi suchrosa tersebut menjadi glukosa dan fruktosa ( gula invert / gula reduksi ).


MULAI KAPAN REAKSI INVERSI ………??!
 
Sejak tanaman tebu mensintesa sukrosa, karena dalam tanaman secara alami juga mengandung enzim invertase, sedang reaksi inversi terbesar adalah pada saat tebu dipanen ( 87% ) diinversi oleh enzim invertase yang dihasilkan oleh mikro organisme di alam bebas. 


OLEH SIAPA dan DIHAMBAT OLEH APA..........??!
 
a.   Gula invert (glukosa + fruktosa) terbentuk karena adanya enzim invertase yang berasal dari
            Khamir (Saccharomyces cereviceae)
b.   Dextran terbentuk karena perombakan oligosakarida oleh :
            Bakteri (Leuconostoc dextranicum)


BAGAIMANA CARA APLIKASINYA ………??!
 
SANGAT MUDAH........
Semprotkan larutan Mova HC pada ujung-ujung batang tebu yang telah dilukai saat penebangan. Upayakan segera dilakukan penyemprotan setelah tebu ditebang. 


CATATAN :

1). Sangat efektif untuk mempertahankan potensi rendemen tebu dengan cara mencegah reaksi inversi sukrosa saat menunggu proses pengolahan di fabrikasi.
 
2). Memiliki multifungsi, selain memproteks sukrosa juga mengamankan pemasokan BBT dan lebih jauh lagi juga dapat berpengaruh terhadap efisiensi produksi gula karena kadar gula reduksi rendah sehingga harga kemurnian (HK) nira tinggi.

3). Aplikasi di lapang sangat mudah, murah dan aman karena disajikan dalam teknologi pasca panen tepat guna, sehingga para petani tidak enggan untuk melaksanakannya.

Referensi : www.google.com


»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Sekilas Mengenai Taksasi Produksi

TAKSASI PRODUKSI



Taksasi adalah perhitungan sementara produksi tebu pada suatu kebun.


Pelaksanaan Taksasi ada 2  macam yaitu :

1.     Taksasi Desember

Yaitu perhitungan sementara produksi, dilakukan pada bulan Desember dengan cara pengamatan jumlah tanaman per leng.  
Tujuan utama Taksasi Desember adalah untuk mengetahui luas areal tebu dan perkiraan produksinya.


2.    Taksasi Maret

Yaitu perhitungan sementara produksi yang dilakukan pada bulan Maret.

Teknik Pelaksanaan

§  Taksasi Maret dilaksanakan oleh mandor kebun, Asisten SKW, dan SKW

§  Pelaksanaan Taksasi Maret sesuai SOP yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

¨   Menyiapkan jalan kontrol/puluhan agar mudah dilewati dan bersih untuk mempercepat pelaksanaan taksasi.

¨  Penghitungan jumlah batang pada tiap petak diambil ± 5 % dari total juringan. Juring yang dihitung adalah juring ke 15, 30 dan 45 kanan kiri got mujur.

¨  Tinggi batang (3 rumpun/juring) diukur dari tanah atas guludan hingga uncen / daun teratas, tiap petak minimal 10 sampel.

¨  Penentuan berat batang tiap meter dengan cara mengukur diameter dibagian tengah batang (3 rumpun/juring). Untuk menentukan hubungan diameter dengan berat tebu diambil dari data analisa pendahuluan.

¨   Taksasi hitungan : jumlah batang per juring x tinggi tanaman x berat batang per meter x faktor juring.

¨  Taksasi pandangan : berdasarkan pada pengalaman dengan mempertimbangkan keamanan, tarra kebun, bulan tebang dan  iklim.

¨  Menghitung taksasi : taksasi hitungan + taksasi pandangan dibagi dua. Penyimpangan maksimum 5% dari realisasi.








Selain Taksasi Desember dan Taksasi Maret dilakukan Cross Taksasi agar hasil perhitungan lebih akurat, dan meminimalisir terjadinya kesalahan dalam memperkirakan produksi.

Cross Taksasi dilaksanakan di setiap Wilayah Kasinderan, data cross taksasi direkapitulasi di Litbang. Teknik pengambilan sampel di setiap wilayah minimal 25% dari total areal TS dan 10 % dari total areal TR.
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Kebenaran & Kemurnian Varietas Tebu

KEBENARAN DAN KEMURNIAN
VARIETAS TEBU


Kebenaran & Kemurnian Varietas Tebu from litbangpra

Sumber / Referensi : Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan Jatim
 
 
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Single Bud Planting Sintem India

 SINGLE BUD PLANTING SISTEM INDIA


Untuk menyingkat waktu penyediaan bibit SBP yaitu dengan cara menanam langsung bibit kedalam pottray tanpa melalui persemaian I (P1), sehingga waktu lebih efektif.

I.              PERSIAPAN BIBIT

Persiapan bibit dilakukan seperti pada Single Bud Planting model Columbia, yaitu :

1.  Bibit varietas unggul yang sehat
2.  Tebu diklentek dan dipotong pucuknya
3.  Tebu diplong dengan alat plong
4.  Seleksi bibit
5.  Bibit dimasukkan dalam HWT (Hor water Treatment) sesuai ketentuan
6.  Dimasukkan dalam air dingin yang sudah diberi desinfektan

II.            PERSIAPAN MEDIA

-            Potray di isi dengan tanah sampai penuh
-            Media tanam diinokulasi dengan mikorhiza akan lebih baik
  
III.           PERSIAPAN MEDIA

-            Potray di isi dengan tanah sampai penuh
-            Siram dengan airhingga merata

IV.          TANAM

-            Seleksi bibit
-            Bibit ditanam dengan posisi mata disamping untuk menghindari kekeringan pada mata bibit.

V.           PENUTUPAN BIBIT

-            Bibit ditutup dengan tanah ayakan sampai merata dan tipis.

 

VI.        PENYIRAMAN

Bibit yang sudah ditanam lalu disiram dengan air ( disarankan menggunakan gembor )

 

VII.     PENYUSUNAN POTTRAY

Pottray yang sudah ditanami disusun dengan cara ditumpuk ke atas 5-10 pottray dan ditutup (diperam) dengan terpal atau plastik selama 4-5 hari.

 

VIII.            PERLAKUAN SELANJUTNYA

1.     Pelepasan Sungkup
       Setelah 4 – 5 hari sungkup dibuka
2.     Pot tray diletakkan di atas tanah dengan diberi naungan yanga da penyangganya setinggi 40 cm selama 7 hari , penyiraman dilakukan 1 – 2 kali (sesuai kebutuhan)
3.     Setelah 7 hari sungkup dibuka dan pot tray diletakkan di atas penyangga , penyiraman mengkabut sesuai kebutuhan.
4.     Setelah umur 5 minggu bibit bisa ditanam di lapang.

                                                                       

KELEBIHAN :

1.    Proses lebih singkat dibandingkan SBP model Columbia dikarenakan tanpa melalui Persemaian I (persemaian bibit di bedengan)
2.    Hemat lahan persemaian
3.    Pengeluaran biaya tanam, perawatan, dan pekerja lebih sedikit

KEKURANGAN :

1.    Bibit yang tumbuh di Pottray tidak seragam dikarenakan ada sebagian yang mati. (tidak melalui proses seleksi / pemilihan bibit saat di persemaian I seperti pada SBP Columbia).
2.    Hasil taman di lahan kurang baik


RESULT :

Litbang PG Pradjekan tetap memilih menggunakan SBP sistem Cecinia Columbia karena hasil di lapangan lebih baik dibandingkan SBP sistem India


Sumber :

Litbang PG Poerwodadi

CV. Agro Greentech Sentosa (AGS)
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Jingle Pro AKSI PTPN XI

JINGLE PRO AKSI PTPN XI
Intro …….

Tanah yang subur …..
Tinggi menjulang oh …..
Indahnya

Hijau daunmu …..
ruas batangmu …..
Sejuta harapan

Terima kasih diberi waktu bersamamu
Sepenuh hati bekerja keras
Sukses ProAKSI



3T industri berbasis tebu
Tangguh Tumbuh Terkemuka
Kawan semua PTPN Sebelas
Insan pekerja keras

Reff:   What am I going to do?
Com’on get up ..… Get up do it
What am I going to do?
Com’on get up ..… Get up do it
           
ProAKSI ……. Nilai saat ini
Produkstivitas ……. Harus meningkat
Nuju A-manah ……. Tuk ber-Kualitas
Simpatik kita …….
Wujud Inovatif

Repeat * Reff.



Keterangan:
Nada lagu SULE.SUSIS OVJ


Yel Yel dan lagu Pro Aksi PTPN XI Oleh PG Pradjekan Team


 
Mohon Maaf Kualitas video hasil upload youtube masih kurang baik (under consruction)
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..