Working Vista Pointer

Top Ten Rendemen PG Per 31 Oktober 2013

TOP TEN RENDEMEN PABRIK GULA
Per 31 Oktober 2013


Sumber : sugar.lpp.ac.id
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Top Ten Rendemen PG Per 15 Oktober 2013

TOP TEN RENDEMEN PABRIK GULA
Per 15 Oktober 2013
 



 
Sumber : sugar.lpp.ac.id
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Top Ten Rendemen PG Per 30 September 2013

TOP TEN RENDEMEN PABRIK GULA
Per 30 September 2013

 



Sumber : sugar.lpp.ac.id



»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Dosis Pupuk TR MT 2013/2014

Dosis Pupuk TR MT 2013/2014



»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Pengadaan & Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Tebu Mt 2013/2014


PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI
UNTUK TEBU MT 2013/2014

Pupuk merupakan sarana produksi yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas & produksi tebu dalam rangka mewujudkan swasembada gula nasional.

Agar pupuk yang diperlukan Petani Tebu Rakyat (PTR) memenuhi 6 tepat (tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga) serta sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi, maka penyusunan kebutuhan pupuk bersubsidi diajukan oleh PTR berdasarkan RDKK yang disetujui oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat.

Pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dari penyalur di Lini IV ke Petani dilakukan melalui system tertutup yang didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) pupuk bersubsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 06/Permentan/SR.13012/2011 tanggal 14 Pebruari 2011.








Contoh RDKK Pupuk Bersubsidi
Musim Tanam         :         Tahun 2013/2014
Provinsi/Kab/Kota  :         Jawa Timur / Bondowoso
Kecamatan/Desa    :         Tapen / Gunung Anyar
Nama Kelp. Tani     :         Usaha Bersama
Sub Sektor           :         Tebu
Nama Kios             :         usaha Bersama
Distributor           :         Fia Mandiri














»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..

Perakitan Varietas Unggul Tebu Toleran Iklim Basah

PERAKITAN VARIETAS UNGGUL TEBU
TOLERAN IKLIM BASAH




BERITA PERKEBUNAN – Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman yang mempunyai peranan penting di Indonesia sebagai bahan baku utama pembuat gula pasir. Produksi gula Indonesia mengalami penurunan karena perubahan iklim global yang menyebabkan anomali cuaca, antara lain musim hujan yang berkepanjangan sehingga rendemen gula menurun. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah menanam varietas-varietas tebu yang toleran terhadap kondisi iklim basah, disamping sifat lainnya yang harus dimiliki varietas unggul tebu seperti kualitas gilingan tinggi, tipe kemasakan, rendemen gula tinggi dan tahan hama penyakit.

Keragaman genetik yang tinggi merupakan faktor utama yang diperlukan dalam merakit varietas baru. Bioteknologi kultur in vitro dapat dimanfaatkan untuk merakit varietas unggul dengan karakter baru yang tidak ada dalam plasma nutfah. Salah satu metoda kultur in vitro yang efektif dan efisien untuk merakit varietas unggul adalah seleksi in vitro, dimana sifat baru yang diinginkan telah diarahkan sejak biakan ada dalam tabung kultur.

Untuk mendapatkan genotipa baru yang toleran iklim basah maka populasi sel somatik yang telah diradiasi sinar gamma atau diberi mutagen kimia dengan EMS dikulturkan pada kondisi in vitro yang kelembabannya sangat tinggi. Kombinasi mutasi baik fisik maupun kimiawi dengan seleksi in vitro dapat lebih meningkatkan keragaman genetik yang tinggi pada sel-sel somatik. Regenerasi dari sel-sel somatik (somaklon) diharapkan mempunyai sifat unggul baru toleran terhadap iklim basah.

Penelitian telah dilakukan sejak tahun 2010 dan saat ini telah diperoleh galur-galur mutan somaklon tebu hasil iradiasi sinar gamma dan EMS generasi MV1 dan MV2. Galur-galur tersebut sedang diuji di lapang untuk diseleksi berdasarkan karakter morfologi dan kandungan sukrosa yang dihasilkan.




Sumber : http://perkebunan.litbang.deptan.go.id
»»  Baca Selengkapnya (Readmore)..